Uday Duggal

Associate Senior

Penerimaan

  • Advokat & Pengacara, Mahkamah Agung Singapura

Pendidikan

  • Sarjana Hukum (Hons), Universitas Durham (2018)

Uday Duggal adalah Senior Associate di RCLT Law Corporation. Bidang fokus utamanya adalah litigasi sipil dan komersial, arbitrase, dan pekerjaan pembelaan pidana. Beliau memiliki pengalaman di semua tingkatan Pengadilan Singapura.

Sebelum bergabung dengan RCLT, Uday pernah berlatih dan berpraktik di bawah bimbingan salah satu Penasihat Senior (Senior Counsel) terkemuka di Singapura. Uday juga pernah menjabat sebagai Penasihat Regional dan Sekretaris Perusahaan di American International Group (AIG) Singapura, yang mengawasi urusan tata kelola perusahaan.

Uday lulus dari Universitas Durham, di mana disertasinya pada tahun terakhir dimuat di Durham Law Review. Ia fasih berbahasa Hindi.

Portfolio yang Mewakili

  • Berhasil membela seorang arsitek lokal dalam persidangan Pengadilan Tinggi terkait dugaan cacat konstruksi, keterlambatan penyelesaian pekerjaan, dan proses sertifikasi arsitek: dimuat dalam GTMS Construction lwn Ser Kim Koi [2021] SGHC 9.
  • Bertindak untuk para penerima manfaat yang menuduh adanya pelanggaran oleh wali amanat dari suatu trust testamen, dengan memperoleh perintah untuk penghitungan trust atas dasar kelalaian yang disengaja: dilaporkan dalam Devin Jethanand Bhojwani lwn. Jethanand Harkishindas Bhojwani [2024] SGHC 310.
  • Membela firma akuntansi “Big 4” dalam persidangan di High Court atas dugaan kelalaian profesional dalam melaksanakan audit, dengan perkara yang diselesaikan melalui perdamaian yang menguntungkan.
  • Bertindak untuk administrator yang ditunjuk Pengadilan untuk harta warisan Mustafa dalam sengketa keluarga yang melibatkan penindasan terhadap minoritas dan pelanggaran berbagai kewajiban oleh administrator harta warisan sebelumnya.
  • Mewakili perusahaan pengujian produk minyak dan gas terkemuka dalam gugatan di Pengadilan Tinggi terhadap mantan karyawan atas pelanggaran klausul non-solisitasi dan non-kompetisi.
  • Bertindak sebagai kuasa hukum utama di Pengadilan Negeri untuk firma akuntansi “Big 4” yang menuntut pembayaran honorarium profesional yang belum dibayar, termasuk mengawasi permohonan sita garnisien (garnishee) dan pemeriksaan debitor pailit/terhukum (examination of judgment debtor/EJD).
  • Bertindak sebagai kuasa hukum utama di Mahkamah Negara (State Courts) dalam sengketa sewa guna usaha kendaraan, hadir dalam mediasi yang sukses yang berujung pada penyelesaian yang menguntungkan.
  • Bertindak untuk sebuah perusahaan teknik Jepang yang menolak pembatalan putusan arbitrase di hadapan Pengadilan Banding: dilaporkan dalam CAJ v CAI [2021] SGCA 102.
  • Bertindak untuk sekelompok besar pemilik unit mal dalam klaim misrepresentasi terhadap pengembang properti terkemuka, dan tampil di Pengadilan Banding untuk berhasil membatalkan penundaan persidangan oleh Pengadilan Tinggi yang mengutamakan arbitrase: dilaporkan dalam Richard Cheung dan pihak lainnya v LVND Investments [2021] SGCA 77.
  • Bekerja sama dengan arbiter darurat yang ditunjuk (Thio Shen Yi, SC) untuk mempersiapkan putusan arbitrase dalam arbitrase darurat yang dikelola oleh SIAC, terkait dengan berbagai permohonan putusan sela yang mendesak yang timbul dari pelanggaran di bawah perjanjian usaha patungan pembuatan kapal.
  • Bertindak untuk manajer umum sebuah perusahaan yang dihukum atas pelanggaran yang berkaitan dengan penyekapan pekerja asing selama wabah Covid-19, dengan hukuman non-penjara yang dijatuhkan.
  • Mewakili salah satu pendiri Fullerton Healthcare Corporation yang menghadapi dakwaan pemalsuan dokumen dan korupsi.
  • Bertindak sebagai ketua penasihat hukum dalam beberapa perkara pidana pro bono di bawah Skema Bantuan Hukum Pidana (Criminal Legal Aid Scheme).
  • Memberikan nasihat kepada dua platform media sosial utama mengenai potensi tanggung jawab hukum berdasarkan Undang-Undang Perlindungan dari Kepalsuan dan Manipulasi Daring (POFMA) serta Undang-Undang Campur Tangan Asing (Tindakan Penanggulangan) (FICA), dan juga mengenai berbagai permintaan penurunan konten yang diterima dari Otoritas Pengembangan Media Infokom (IMDA).
  • Sebagai Sekretaris Perusahaan untuk AIG Singapura, berkoordinasi dengan Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan entitas AIG di seluruh Asia mengenai perkembangan regulasi utama dan hal-hal tata kelola perusahaan.